Budidaya kangkung di pot di pekarangan rumah
Budidaya kangkung di pot di pekarangan rumah
Kangkung cocok dibudidayakan di pot karena pertumbuhannya cepat dan perawatan sederhana. Pilih pot berdiameter minimal 20–30 cm dengan drainase baik. Gunakan media campuran tanah, kompos, dan sekam atau pasir (perbandingan 2:1:1) agar gembur dan menyimpan nutrisi. Sebelum tanam, basahi media dan beri pupuk dasar organik.
budidaya kangkung di pot di pekarangan rumah
Cara menanam: gunakan biji atau stek batang. Untuk biji, tabur tipis dan tutup tipis dengan media, kemudian siram lembut. Untuk stek, potong batang sehat 10–15 cm, buang daun bawah dan tanam sebagian batang hingga muncul akar. Jarak tanam dalam pot 4–6 tanaman untuk memberi ruang tumbuh.
Penyiraman: kangkung menyukai kelembapan, siram pagi dan sore cukup agar media selalu lembap tetapi tidak tergenang. Jika musim panas, tingkatkan frekuensi. Cahaya: kangkung tumbuh baik di tempat mendapat sinar matahari 4–6 jam/hari; namun bisa toleran di tempat teduh sebagian.
Pemupukan: beri pupuk organik cair atau kompos setiap 2 minggu untuk pertumbuhan daun yang cepat. Untuk hasil lebih baik, gunakan pupuk N tinggi (mis. pupuk kandang atau pupuk daun organik).
menanam kangkung di pekarangan rumah
Pengendalian hama & penyakit: hama umum berupa kutu daun dan ulat. Kontrol dengan semprotan air sabun ringan atau pestisida organik (mis. neem). Jaga kebersihan pot dan rotasi tanam bila perlu untuk mencegah penyakit jamur.
Panen: kangkung bisa dipanen 3–4 minggu setelah tanam untuk panen daun muda; potong 2–3 cm di atas pangkal agar tumbuh lagi. Dengan perawatan rutin, panen dapat dilakukan berulang setiap minggu.

