Merawat ikan lele pada ember plastik
Merawat ikan lele pada ember plastik
Merawat ikan lele (Clarias spp.) dalam ember plastik adalah metode sederhana dan praktis untuk budidaya skala rumah tangga atau pemula. Agar lele tumbuh sehat dan produksi optimal, perhatikan beberapa aspek penting berikut:
Catfish
Pemilihan ember dan persiapan
Pilih ember plastik yang cukup kuat dan bersih, ukuran minimal 30-60 liter untuk 10–20 ekor benih tergantung ukuran awal. Ember yang terlalu kecil meningkatkan stres dan menurunkan kualitas air.
Cuci ember dengan air bersih; hindari sabun atau deterjen karena sisa bahan kimia berbahaya bagi ikan.
Buat lubang kecil di bagian atas jika diperlukan untuk aerasi atau pemasangan aerator, dan letakkan ember pada permukaan datar dan stabil.
Pengisian air dan siklus awal
Gunakan air bersih (air kran yang dibiarkan selama 24–48 jam untuk mengurangi klorin) atau air sumur yang aman. Pastikan suhu air berkisar antara 25–30°C, ideal untuk lele.
Isi ember sekitar 70–80% dari kapasitas untuk memberikan ruang permukaan udara.
Sebelum memasukkan benih, lakukan dechlorination jika perlu dan kondisikan air dengan probiotik atau inokulan biofilter jika tersedia.
Aerasi dan sirkulasi
Aerator sangat dianjurkan untuk menjaga oksigen terlarut cukup. Aerasi membantu mengurangi amonia dan meningkatkan kesehatan ikan.
Jika tidak ada aerator, lakukan penggantian air sebagian lebih sering (20–30% setiap 2–3 hari) untuk mempertahankan kualitas air.
Kepadatan dan pemilihan benih
Untuk budidaya di ember, kepadatan harus lebih rendah dibanding wadah besar. Sebagai pedoman, gunakan 10–20 ekor benih ukuran 5–10 cm per ember 60 liter. Jangan menjejalkan terlalu banyak untuk menghindari stres, penyakit, dan mortalitas tinggi.
Pilih benih aktif, gesit, tidak cacat dan memiliki warna normal. Hindari benih yang luka atau kurus.
Pakan dan frekuensi pemberian
Berikan pakan berkualitas (pelet ikan lele komersial) dengan kandungan protein 25–35% untuk benih dan 30–40% untuk fase pertumbuhan cepat.
Porsi pakan disesuaikan berat biomassa; berikan 2–5% bobot tubuh ikan per hari dibagi 2–3 kali pemberian. Amati sisa pakan; jika banyak sisa, kurangi jumlah pakan.
Hindari pemberian pakan berlebihan karena menurunkan kualitas air.
Penggantian air dan kebersihan
Lakukan penggantian air sebagian rutin: 20–30% setiap 2–3 hari jika ada aerator; jika tanpa aerator, lakukan 30–50% setiap 2 hari.
Bersihkan dasar ember dari kotoran dan sisa pakan secara berkala untuk mencegah akumulasi amonia dan nitrit.
Sterilisasi ember saat pergantian batch budidaya dengan air panas atau desinfektan yang aman, lalu bilas sampai bersih.
Kesehatan ikan dan pencegahan penyakit
Amati perilaku ikan: nafsu makan turun, berenang abnormal, atau muncul bintik/warna tidak normal menandakan masalah.
Jaga kualitas air (oksigen, pH 6,5–8, suhu stabil) dan hindari perubahan mendadak.
Jika terjadi penyakit, isolasi individu sakit dan lakukan pengobatan sesuai diagnosis; konsultasikan ke ahli perikanan jika perlu.
Penerapan biosekuriti sederhana: cuci tangan sebelum dan sesudah kontak, gunakan peralatan terpisah untuk ember berbeda.
Panen dan pemeliharaan jangka panjang
Panen dilakukan ketika ikan mencapai ukuran pasar yang diinginkan. Kurangi pemberian pakan 1–2 hari sebelum panen untuk memudahkan penanganan.
Catat pertumbuhan, mortalitas, dan konsumsi pakan untuk evaluasi efisiensi budidaya.
Dengan memperhatikan aspek di atas — ember bersih, kualitas air stabil, aerasi, pakan tepat, dan pengamatan rutin — pemeliharaan ikan lele di ember plastik dapat berhasil dan produktif.

