Senja di Kota Tasikmalaya
Senja di Kota Tasikmalaya
senja di Kota Tasikmalaya
[Intro]
[Verse]
Jalanan kota perlahan redup
Angin membawa rindu yang tertahan
Lampu-lampu mulai menyala
Menari di antara bayang senja
[Chorus]
Senja di Tasikmalaya
Menutup cerita yang terpendam
Setiap detik yang berlalu
Membawa kita pada kenangan
[Verse]
Suara adzan dari kejauhan
Menyentuh hati yang terdiam
Langit berubah warna perlahan
Seperti lukisan tanpa batas waktu
[Pre-Chorus]
Aku berdiri di tepi waktu
Melihat hari yang pergi
Membisu dalam kesendirian
Menunggu malam tiba
[Chorus]
Senja di Tasikmalaya
Menutup cerita yang terpendam
Setiap detik yang berlalu
Membawa kita pada kenangan
[Outro]
hope
In the early dawn I walk away
Eyes are closed my heart starts to sway
On my shoulder hopes held tight
Footsteps guide me through the night
love
[intro]
[verse]
In the early dawn I walk away
Eyes are closed my heart starts to sway
On my shoulder hopes held tight
Footsteps guide me through the night
[verse]
Under scorching sun the city screams
Clock keeps ticking stealing dreams
Your call vibrates through midday air
One deep breath and I’ll be there
[pre-chorus]
Sometimes longing creeps so slow
I hug your shadow when winds blow
You pack my lunch with love and prayer
That’s enough for storms to bear
[chorus]
I work all day to keep us strong
Each drop of sweat holds our song
You wait at home with patient grace
I’ll return with love’s embrace
[chorus]
I work all day to keep us strong
Each drop of sweat holds our song
You wait at home with patient grace
I’ll return with love’s embrace
[outro]
Kopi dan Mimpi di Langit Kampus
It All Begins Here
Kopi dan mimpi di langit kampus
[Intro]
[Verse]
Di bawah lampu perpustakaan yang redup
Kau menyusun kata demi kata seperti puisi
Setiap lelah adalah tinta yang menari
Di atas kertas ujian dan harapan yang tak bertepi
[Verse]
Jam dinding berdetak memecah sunyi
Kau menatap langit lewat jendela kamar kos
Bintang-bintang adalah titik-titik semangati
Yang berbisik tentang besok yang harus ditaklukkan
[Chorus]
Kopi dan mimpi di langit kampus
Mengalir dalam darah seperti musik
Kau adalah pelukis nasibmu sendiri
Dengan pena dan cangkir yang tak pernah kering
[Bridge]
Tertatih-tatih kau melangkah
Tapi tak pernah berhenti bernapas
Setiap rintangan adalah nada
Dalam simfoni perjuanganmu
[Verse]
Pagi datang dengan kabut dan deadline
Tapi matamu tetap memancarkan api
Kau tahu semua ini hanya sementara
Sebelum kau terbang tinggi menggapai mentari
[Pre-Chorus]
Dan ketika lelah mulai menyapa
Kau ingat lagi alasan pertama
Mengapa semua ini harus dilalui
Dengan senyum dan secangkir kopi
[Chorus]
Kopi dan mimpi di langit kampus
Mengalir dalam darah seperti musik
Kau adalah pelukis nasibmu sendiri
Dengan pena dan cangkir yang tak pernah kering
[Chorus]
Kopi dan mimpi di langit kampus
Berkilau seperti embun di daun
Esok akan bercerita tentang
Perjuangan yang takkan terlupakan
[Outro]
Perjalanan menuju cita-cita yang diharapkan
perjalanan menuju cita-cita yang diharapkan
waktu begitu cepat berlalu
harapan dan impian apakah dapat dicapai
perjalanan menuju cita-cita
perjalanan menuju cita-cita yang diharapkan
waktu begitu cepat berlalu
harapan dan impian apakah dapat dicapai
perjuangan pengabdian yang terus dilakukan
langkah demi langkah dilalui meski begitu banyak rintangan yang menghadang
hambatan dan halangan yang sering mengganggu tujuan cita-cita
kenapa ini bisa terjadi begitu berat halangan dan rintangan yang menghadang meski persayaratan telah dipenuhi
mengikuti keinginan orang kadang menjadi permasalahan dalam diri
ingin menggapai cita-cita tidak semudah yang dibayangkan
mungkin waktu yang bisa menjawab
biarlah waktu yang berjalan semoga apa yang dilakukan berjalan lancar dan tujuan dapat tercapai

