Cara memelihara tanaman lidah buaya dalam pot

Cara memelihara tanaman lidah buaya dalam pot

Lidah buaya (Aloe vera) adalah tanaman sukulen yang mudah dirawat dan cocok ditanam dalam pot, baik untuk dekorasi maupun pemanfaatan gelnya. Berikut panduan praktis untuk memelihara lidah buaya dalam pot agar sehat dan produktif.

Lidah Buaya

Pemilihan pot dan media tanam

  • Gunakan pot dengan lubang drainase yang cukup untuk mencegah akumulasi air. Pot terracotta/bata ringan membantu sirkulasi udara dan kelembapan.

  • Pilih media tanam yang porous dan cepat mengalirkan air, misalnya campuran tanah taman, pasir kasar, dan perlite dengan perbandingan sekitar 2:1:1. Media khusus sukulen juga cocok.

  • Pastikan pot cukup besar untuk akar; jika daun sudah rapat, pindahkan ke pot yang 2–5 cm lebih lebar.

Penyiraman

  • Lidah buaya tahan kekeringan; siram ketika lapisan atas media (2–3 cm) sudah kering. Di musim panas biasanya 1–2 kali per minggu; di musim hujan atau musim dingin kurangi frekuensi.

  • Siram hingga air keluar dari lubang drainase, lalu biarkan tanah mengering sebelum penyiraman berikutnya. Hindari genangan air karena dapat menyebabkan akar busuk.

Cahaya dan penempatan

  • Lidah buaya butuh banyak cahaya terang, namun hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu terik di siang hari karena bisa membuat daun terbakar. Teras yang mendapat sinar matahari pagi atau jendela timur/selatan ideal.

  • Jika ditempatkan di dalam ruangan dengan cahaya minim, pertimbangkan menambah lampu tanam LED untuk memastikan pertumbuhan yang sehat.

Pemupukan

  • Pupuk ringan diperlukan; gunakan pupuk cair NPK seimbang dengan dosis setengah dari petunjuk pabrikan, diberikan 1–2 kali selama musim tumbuh (musim semi dan musim panas).

  • Hindari pemupukan berlebihan karena sukulen menyimpan nutrisi dan kelebihan pupuk bisa merusak akar.

Perawatan dan pemangkasan

  • Buang daun yang tua, kering, atau rusak dengan memotong di pangkalnya. Ini membantu mengarahkan energi ke daun baru.

  • Jika tanaman menghasilkan anak (anakan/pups), biarkan sampai berukuran cukup lalu pisahkan dengan hati-hati dan tanam di pot berbeda untuk memperbanyak tanaman.

Pengendalian hama dan penyakit

  • Hama umum: kutu putih, kutu daun, dan tungau. Cuci daun dengan air sabun ringan atau gunakan insektisida nabati bila diperlukan.

  • Penyakit paling sering disebabkan oleh overwatering: busuk akar dan bintik daun. Atasi dengan memangkas bagian yang sakit, memperbaiki drainase, dan mengurangi frekuensi penyiraman.

Perbanyakan

  • Perbanyakan mudah dilakukan melalui anakan yang muncul di pangkal tanaman. Biarkan anakan berukuran beberapa cm, cabut dengan akarnya, keringkan selama 1–2 hari untuk membentuk kalus, lalu tanam di media pot baru.

Tips tambahan

  • Ganti media dan pot setiap 2–3 tahun atau saat tanaman mulai sesak.

  • Saat memanen gel, ambil daun bagian luar yang lebih matang; potong menjelang pagi, bersihkan sisinya, dan gunakan gel segar.

  • Jaga agar suhu lingkungan tidak turun di bawah 10°C karena lidah buaya sensitif terhadap dingin.

Dengan perawatan sederhana—cahaya cukup, drainase baik, penyiraman hemat—lidah buaya dalam pot akan tumbuh sehat, tahan hama, dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan rumah tangga maupun estetika.

Previous
Previous

Manfaat dari memelihara ikan Koi di rumah

Next
Next

Ciri-ciri benih ikan gurame yang berkualitas baik