Produksi benih ikan Gurame per meter persegi
Jumlah produksi benih gurame (Osphronemus goramy) yang dapat dihasilkan dari kegiatan pembenihan pada luas 1 m² bergantung pada beberapa faktor: densitas pemeliharaan induk dan larva, sistem pemijahan (tangki pemijahan, hapas, kolam), kualitas air, pakan, manajemen sanitasi, dan pengalaman pembenih. Di bawah ini adalah perkiraan praktis dan faktor yang mempengaruhi per m².
benih ikan gurame
Perkiraan produksi per 1 m²
Sistem intensif (tangki/hapas dengan kontrol lingkungan baik):
Induk pemijahan: 2–4 pasangan per m² (tergantung ukuran tangki/hapas).
Telur yang menetas (fertilized eggs hatch rate): 60–90% dari telur fertil.
Produksi benih ukuran wafter/fry: sekitar 500–2.000 ekor per m² per siklus pemijahan.
Sistem semi-intensif (kolam kecil/hapas dengan manajemen sedang):
Induk: 1–2 pasangan per m².
Produksi benih: sekitar 200–800 ekor per m² per siklus.
Sistem tradisional/ekstensif (kolam tanah minim manajemen):
Produksi benih: sangat bervariasi, bisa kurang dari 100–300 ekor per m² per siklus.
Catatan: “Per siklus” bermakna satu periode pemijahan sampai benih siap dipanen untuk dipindah (bisa 2–4 minggu tergantung ukuran benih yang diinginkan).
Faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah benih
Kualitas induk: Induk sehat dan matang gonad menghasilkan telur lebih banyak dan berkualitas lebih baik.
Rasio jantan-betina: Rasio ideal biasanya 1:1 atau 1 jantan untuk 1–2 betina tergantung praktik budidaya.
Kepadatan induk dan benih: Kepadatan terlalu tinggi menurunkan pemberhasilan dan meningkatkan penyakit.
Kualitas air: Suhu, DO (oksigen terlarut), pH, dan kejernihan berpengaruh besar. Gurame tumbuh baik pada suhu 26–30°C.
Pakan dan nutrisi: Pakan induk berkualitas dan pakan larva yang tepat meningkatkan survival rate.
Pengendalian predator dan penyakit: Sanitasi dan biosekuriti meningkatkan kelangsungan hidup benih.
Teknik pemijahan: Pemijahan alami di wadah yang disiapkan, atau pemijahan buatan (induksi hormon) memengaruhi output telur dan hatchability.
Contoh perhitungan sederhana (ilustratif)
Misal pada sistem intensif 1 m² ditampung 3 pasangan induk.
Rata-rata tiap pasangan menghasilkan 1.000 telur fertil per siklus → total telur fertil = 3.000.
Hatch rate 70% → benih menetas = 3.000 × 70% = 2.100 ekor.
Mortalitas sampai panen (larva → benih wafter) misal 30% → benih siap panen ≈ 1.470 ekor per m² per siklus.
Rekomendasi untuk meningkatkan produksi per m²
Pilih induk unggul dan lakukan pemeliharaan pra-pemijahan untuk meningkatkan kualitas gamet.
Kendalikan kepadatan induk dan larva sesuai standar sistem yang digunakan.
Optimalkan kualitas air (aerasi, pergantian air) dan monitor parameter utama.
Berikan pakan berkualitas dan suplemen untuk induk serta pakan hidup/pakan buatan yang sesuai untuk larva.
Terapkan biosekuriti dan sanitasi rutin, dan pertimbangkan vaksinasi atau pengobatan bila perlu.
Pertimbangkan penggunaan sistem semi-closed atau recirculating untuk meningkatkan efisiensi lahan.
Kesimpulan Produksi benih gurame per 1 m² sangat kontekstual. Dengan manajemen intensif yang baik, kisaran realistis adalah sekitar 500–2.000 benih per m² per siklus; untuk sistem rata-rata 200–800 ekor, dan pada sistem minim manajemen jauh lebih rendah. Gunakan perhitungan contoh untuk estimasi dan optimalkan praktik budidaya untuk hasil lebih konsisten.

