Perhitungan praktis jumlah panen benih lele per m2
Berikut perhitungan praktis jumlah benih lele (Clarias spp.) yang dapat dihasilkan dan dipanen per meter persegi pada usaha pembenihan. Semua angka adalah estimasi umum; hasil nyata tergantung pada manajemen, strain benih, kualitas air, pakan, dan kepadatan.
benih lele
Asumsi umum untuk pembenihan lele:
Ukuran kolam/bak: 1 m² (mis. bak 1 m x 1 m), kedalaman ideal 30–50 cm untuk pembenihan.
Fase pemeliharaan: dari menetas hingga benih siap panen (ukuran benih biasanya 3–5 cm atau berat ~2–5 gram, tergantung pasar).
Kepadatan yang sering digunakan pada pembenihan intensif: 50.000–150.000 benih/m³ pada fase awal (telur/larva), dan kepadatan akhir untuk benih siap jual pada media pendederan: 5.000–20.000 ekor/m², bergantung sistem.
Survival rate (SR/tingkat hidup) keseluruhan: sangat variatif, biasanya 30%–80%. Pembenihan dengan manajemen baik sering mencapai 60%–80%.
Contoh perhitungan sederhana per m² (pendederan intensif pada bak dangkal):
Scenario konservatif (manajemen sederhana)
Jumlah benih awal ditempatkan atau diperkirakan setelah menetas: 20.000 larva/m²
Survival sampai ukuran benih jual: 30%
Hasil panen ≈ 20.000 × 30% = 6.000 ekor/m²
Scenario menengah (manajemen baik)
Larva awal: 20.000–50.000/m² (ambil 30.000 untuk contoh)
Survival: 50%
Hasil panen ≈ 30.000 × 50% = 15.000 ekor/m²
Scenario optimal (teknik intensif, aerasi, pakan bergizi, biosekuriti)
Larva awal: 50.000–100.000/m²
Survival: 60%–80% (ambil 70%)
Hasil panen dengan 50.000 awal ≈ 50.000 × 70% = 35.000 ekor/m²
Panduan praktis untuk memperkirakan hasil pada usaha Anda:
Tentukan ukuran akhir benih yang akan dipanen (mis. 3–5 cm). Ukuran ini memengaruhi waktu pemeliharaan dan mortalitas.
Catat jumlah telur/larva awal yang benar-benar hidup setelah menetas — ini basis perhitungan.
Terapkan asumsi survival: konservatif 30%, realistis 50–60%, optimal 70%+.
Jika Anda menempatkan induk dan membiakkan sendiri, hitung keluaran rata-rata telur per induk dan tingkat penetasan untuk mendapatkan jumlah larva awal per m².
Perhatikan faktor pembatas: kualitas air, kepadatan, aerasi, pakan, penyakit, suhu — yang paling mempengaruhi SR.
Contoh cepat untuk praktik skala kecil:
Jika Anda menetas 10.000 larva di bak 2 m² → 5.000 larva/m².
Dengan SR 50% → panen ≈ 2.500 ekor/m².
Catatan penting:
Angka-angka ini adalah estimasi. Banyak pembenihan profesional menghitung berdasarkan volume (m³) untuk fase larva dan berdasarkan luas (m²) untuk fase pendederan. Pastikan konversi antara kedalaman bak dan m² ke m³ saat merencanakan kepadatan awal.
Selalu lakukan percobaan skala kecil untuk menyesuaikan parameter dengan kondisi lokal Anda sebelum menerapkan kepadatan tinggi.
Jika Anda ingin perhitungan lebih akurat, berikan:
Volume/luas dan kedalaman bak (m² dan cm),
Jumlah larva/ telur yang Anda miliki,
Target ukuran dan umur benih saat panen,
Perkiraan atau target survival rate.

